TIGA PULUH LIMA

1385 Kata

Gabe masuk ke dalam ruang inap Selly bersama Ben, tepat setelah kepergian dua orang perawat dari dalam ruangan itu. Di mata Selly, tampak jelas memar yang ada di wajah Gabe dan Selly tahu dengan pasti dari mana memar-memar itu berasal. “Gue denger, lo belum tanda tanganin surat pernyataan perceraiannya. Secinta itu ya, lo sama gue?” tanya Gabe saat pria itu melangkah mendekati istrinya yang tengah duduk di atas bangkar rumah sakit. “Muka kamu kenapa?” Selly menulikan telinganya dari pertanyaan Gabe. Wanita itu bahkan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa meski ia sendiri masih menerka-nerka, apa Gabe menyadari kehadirannya saat Claude suaminya itu tengah bertengkar dengan Claude tadi atau tidak. “Gara-gara lo,” jawab Gabe acuh. “Aku? Aku ngapain emang?” Selly hanya tidak mengerti, meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN