Nirina mengepalkan kedua tangannya setelah permasalahan yang ia hadapi ini membuatnya merasa sangat muak dan ia bukan hanya menghindari semua orang di Rumah ini, tapi ia lebih ingin menjaga kondisi hatinya. Ia ingin mengendalikan amarahnya dan juga bersikap baik pada Renata yang terlihat sangat perhatian dan menyayanginya. "Kamu pikir kamu itu sudah hebat? Berani banget kamu mau pergi dari rumah, ingat kamu itu bukan anak remaja lagi Nirina!" Ucap Akira dingin. "Naik ke atas sekarang juga!" Perintah Akira. "Justru aku bukan anak kecil lagi jadi biarkan aku pergi!" Ucap Nirina kesal. "Masuk!" Ucap Akira dingin membuat Nirina menghela napasnya. Nirina menghela napasnya dan ia dengan sangat terpaksa melangkahkan kakinya menuju tangga diikuti Akira dan Adiwilaga. Nirina masuk kedalam kama

