Demi kesehatan hati

1396 Kata

Juwita meneteskan air matanya dan ia mendekati kedua putri kembarnya, lalu memeluknya namun Nirina masih saja terlihat dingin. Pelukan itu tidak terasa hangat baginya, karena rasa kecewanya kepada Juwita. Tidak adil baginya trauma kehilangan anak hingga mengabaikannya selama ini hingga ia hidup kesepian dan merasa seperti tidak memiliki sorang ibu yang harusnya memilki kedekatan emosional padanya. Jika ia tahu Maminya ini bersikap dingin padanya karena trauma kehilangan anak, mungkin ia akan menambahkan trauma ibunya dengan benar-benar kehilangan anaknya lagi, itu yang saat ini dipikiran Nirina karena ia sangat kecewa dengan Juwita. "Aku mengantuk ingin istirahat, silahkan melanjutkan pembicaraan kalian!" Ucap Nirina. Nirina melepaskan pelukan Juwita dan ia melangkahkan kakinya menuju ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN