Bersama itu indah

1179 Kata

Nirina menatap Binar dengan tatapan menilai, Tentu saja ia tidak begitu mudah percaya dengan ucapan Binar mengingat bagaimana masalalunya bersama Binar yang sangat sering bertengkar. Saling membenci dan berusaha menujukkan rasa ketidaknyamanan atau bahkan keduanya masing-masing sengaja menyulut api permusuhan. "Mbak nggak percaya dengan niatku yang ingin berteman dengan Mbak?" Tanya Binar dan ia menatap sendu Nirina. "Aku benar-benar ingin berteman Mbak dan aku itu butuh bantuan Mbak!" Pinta Binar. "Apa kamu yakin ingin berteman dengan saya? Kamu yakin nggak akan pernah ngajakin aku berantem kayak dulu?" ucap Nirina dan ia menatap Binar dengan tatapan menyelidik. "Kalau aku cari masalah sama Mbak, aku terima hukumannya dari Mbak Renata," ucap Binar. "Udah damai itu indah dan jangan ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN