"Kenapa Sarah?" Sarah menoleh, menatap pada ayahnya yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. "Gak apa Pa, cuma Mas Sultan nggak bisa nyusul, banyak pekerjaan katanya," kata Sarah menjawab pertanyaan ayahnya. Om Alvin pun menghela napasnya. "Nak, kamu jangan terlalu mengatur laki-laki, biarkan dia sedikit bebas, apalagi Sultan seorang pemimpin di perusahaannya, banyak dan besar tanggung jawabnya, jangan kamu tambah bebannya dengan masalah sepele, Papa juga baik-baik saja." "Iya Pa, ya udah Papa istirahat ya, supaya lekas sembuh, nanti pulang ke Jakarta sekalian sama Sarah." Sarah merapikan selimut ayahnya, lalu wanita itu pergi ke dekat jendela kamar rumah sakit, dia memikirkan tentang Sultan di Jakarta yang mungkin akan lebih banyak waktu mengurus Rumaisyah. Sarah khawatir, bagaima

