Amarah Sarah

1118 Kata

"Sarah, aku—" Sultan menahan Rumaisyah, ia menyentuh tangan wanita yang beberapa saat lalu sah menjadi istrinya membuat Rumaisyah menahan diri untuk bicara. Sarah menatap tangan Sultan yang menyentuh pergelangan tangan Rumaisyah, ia lalu mendekati Sultan dan Rumaisyah, ia lepas tangan Sultan itu, lalu tanpa mengatakan apapun, tangan lembut itu untuk pertama kalinya menyentuh pipi sahabatnya dengan keras. Plakk.... Satu tamparan mendarat di pipi Rumaisyah. "Sarah!" tegur Sultan. Plakk.... Satu tamparan kembali Sarah layangkan, tetapi kali ini bukan ke pipi Rumaisyah, melainkan pipi kekasihnya, Sultan. Melihat itu, Rumaisyah menggeleng, ia langsung berlutut di bawah kaki Sarah. "Maafkan aku Sarah, maafkan aku," ucapnya. Sultan merasa iba pada Rumaisyah, bagaimanapun Rumaisya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN