"Tapi Pa, Sultan harus tanggung jawab dengan anak Sultan dan Rumaisyah!" Sultan panik saat ayahnya mengatakan kalau rencana pernikahannya dengan Sarah tidak bisa dibatalkan. "Tanggung jawab tidak harus menikahinya!" kata Pak Galih dengan tegas. Pria paruh baya itu menatap pada Rumaisyah yang menunduk. "Cukup beri anakmu nafkah nanti, berikan ibunya kompensasi yang pantas!" "Pokoknya, Papa cuma menerima Sarah jadi menantu Papa!" "Pa," ucap Sultan. Namun, Pak Galih tidak menggubris, pria paruh baya itu pergi dari kamar rawat Rumaisyah. "Ma," ucap Sultan. Bu Qonita menghela napasnya, ia sudah duga akan seperti ini keputusan suaminya. "Sabar dulu, papamu butuh waktu." Kemudian Bu Qonita mendekati Rumaisyah. "Sabar ya Nak, ayahnya Sultan butuh waktu saja." Rumaisyah terpaksa ter

