"Lapar?" tanya Sultan. Rumaisyah mengangguk ragu. Ia benar-benar canggung berhadapan dengan bosnya. "Kebetulan, aku juga lapar, buatkan buatku juga!" perintah Sultan. Rumaisyah sedikit terkejut dengan permintaan Sultan, ia terdiam membuat Sultan kesal. "Gak mau buatkan buatku?" Rumaisyah menggeleng. "Aku buatkan." Gadis itu segera berbalik, mulai membuat mie instan untuk dia dan Sultan. "Cu-cuma ada mie rebus, tidak ada mie goreng." "Hm, gak apa, buatku tambah telor 2!" pinta Sultan. "Punyamu juga, tambah telor dua, dan jangan pedas, kasihan bayik—" Sultan memejamkan matanya, hampir saja ia kelepasan bicara. "Bayimu, jangan dikasih makan pedas!" ujar Sultan mengulang perkataannya. Rumaisyah mengangguk, ia segera mengambil telor dari dalam kulkas. Sambil membuat mie, ia seseka

