"Sudah, ya? Aku minta jangan ungkit lagi. Ini … hanya masa lalu." Safira menyudahi percakapan pada malam itu setelah sang ibu tanpa sengaja menemukan kotak rahasianya dari lemari paling bawah. Adnan mendongak untuk menatap wajah perempuan itu yang matanya sembab sisa tangisan. "Semuanya sudah berbeda sekarang, dan aku pun sudah bisa menerima keadaan. Jadi, tidak usah dibahas lagi. Anggap saja semuanya tidak pernah terjadi," lanjut Safira yang menyeka kedua matanya dengan kasar. "Abang sudah menikah, dan aku pun. Jalan kita sudah berbeda dan sebenarnya tak ada yang harus dibahas lagi. Jadi … cukup sampai di sini saja." Lalu dia balas menatap wajah teduh di hadapannya. "Abang akan selamanya jadi keponakan ibu dan kakak bagiku, tidak lebih. Dan aku minta Abang juga begitu pada kami. Persi

