Pukul empat sore, Kirel sampai di terminal Jakarta. Ia segera memesan taksi online untuk menuju ke lokasi janjian dengan teman-temannya. Tepatnya ke taman komplek di tempat tinggalnya dahulu yang bertetanggaan dengan Asya dan Kirel. Dari balik taksi, Kirel menatap jalanan Jakarta yang ramai lancar. Kota yang pernah ditinggalinya sewaktu kecil. Entah kapan kali terakhir Kirel mengunjungi kota ini, sebab memang tidak ada keperluannya untuk berkunjung ke kota ini. Sebelum hari ini, ia teringat akan janji masa kecilnya untuk berkumpul di taman komplek perumahannya dulu untuk sama sama membuka botol berisikan kenangan masa kecil mereka, yang menuliskan tentang kisah cinta impian serta akan membandingkannya dengan kisah cintanya saat ini. Kirel tersenyum. Mungkin ada benarnya juga mematok umurn
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


