"Enggak.. lo bodoh. Lo ngelakuin hal bodoh itu karena gue, anak seorang bandar n*****a. Lo itu punya nama, Sabian! Apa kata publik kalo sampe mereka tau lo ngikutin cewek gak bener kayak gue." Franda menggeleng , Iya masih bersikeras membantah ucapan Sabian dan terus-terusan mengecilkan dirinya sendiri. Sebab Franda segitu tidak percaya dirinya meski sebenarnya jantungnya juga berdetak saat berada di dekat Sabian. "Gue gak peduli apa kata mereka. Maka dari itu, gue mohon, gue pengen bimbing calon makmum gue ke jalan yang lebih baik. Gue mohon, tinggalin semua ini. Kita tata kehidupan yang lebih baik, gue janji akan selalu ada buat lo. Gak peduli dunia mau bilang apa." Sabian menggapai kedua tangan Franda. Di tatapnya dengan lekat mata indah itu. Sabian sungguh sungguh, dia memang mencinta

