"Edgar, kamu gak berencana buat-" Pemikiran kotor yang keluar dari pria itu langsung membuat Edgar konek. Dia langsung membantahnya dan tidak akan melakukan apa yang sedang Vian pikirkan. "Gak. Tugasku cuma nikahin dia, gak lebih," tegasnya. "Yang bener? Bodynya lumayan loh," "Mesum." "Hey, kita sudah 28 tahun. Aku tidak percaya kamu akan menahannya." Edgar yang sudah malas mendengar perkataan sahabatnya itu pun langsung pergi meninggalkan pria itu sehingga Vian harus berteriak dan membuat semua orang melihat ke arah kedua pria itu. "Heh, pelankan suaramu." "Cih. Ya sudah, aku akan pergi sekarang." "Kemana?" "Ke sekolah adikmu. Aku akan menemuinya." "Jangan macam-macam." "Iya. Aku tau, kakak ipar," bisik Vian menggoda Edgar. Pria itu sekarang langsung melangkah pergi. Seperti

