Bab 88

1054 Kata

"Terus sekarang Suci gimana?" Maira hanya menggelengkan kepala. dia sendiri tidka tahu bagaimana kondisi suci yang sebenarnya. Tadi saat Vidio Call, Suci hanya menangis. Jujur hal itu membuat Maira sama sekali tidak tega. Dia sangat ingin ada di samping suci. Memberikan pelukan setidaknya bisa mengurangi bebannya. "Aku ngerasa nggak berguna sebagai sahabat dia, Arsa. Seharusnya aku ada di sampingnya di saat seperti ini." "Seharusnya iya tapi keadaan nggak mengizinkan, Maira. Lihat kondisi kamu sekarang saja masih begini, kalau pun kamu di Indonesia kamu juga nggak bisa temuin dia dengan kondisi seperti ini kan? Aku yakin Suci pasti mengerti. sekarang kita cuma bisa support suci melalui telepon saja dan aku rasa itu udah cukup buat dia." Maira menganggukkan kepala. diharap juga sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN