Sekarang Arsa sudah ada di rumah Maira. sejak tadi dia terus berusaha membujuk Maira agar Maira mau membuka pintu kamarnya. Bahkan tidak malu-malu Arsa juga menangis dan memohon. Agar Maira tidak mengakhiri hubungan mereka. Sebab Arsa merasa tidak melakukan kesalahan yang membuat Maira pantas memutuskan hubungan mereka. Sementara itu di dalam kamar Maira juga menangis. Dia berusaha untuk menahan diri agar tidak membuka pintu kamar. Rindu? tentu. jangan tanyakan bagaimana besarnya rindu Maira pada Arsa. Rasanya sangat besar sekali. Bahkan mungkin lebih besar dari pada rasa sakit yang sedang dia derita. Tapi sayangnya Maira merasa malu jika harus bertemu dengan Arsa. "Dia juga sudah tahu kalau Arsa membaca pesan darinya. Itulah sebabnya Arsa datang kesini "Arsa." Arsa mengalihkan pan

