Via diantar seorang sopir taksi sore itu, ketika melangkah pelan di halaman rumah, kepalanya pusing luar biasa, pandangannya samar, tubuhnya hampir limbung. Menyapu pandangan ke sekeliling, Via bingung, tidak menyadari penculikan yang dilakukan oleh Kenzo beberapa jam yang lalu. "Tadi siang aku ke rumah sakit, lalu ada yang menyerang dari belakang. Hidungku menghirup aroma yang amat pahit, sampai-sampai kepalaku pusing. Lalu apa yang terjadi??" gumamnya cemas. Melangkah dengan susah payah, akhirnya sampai juga pada pintu besar berwarna emas, ia mendorong pelan, gegas masuk, lalu merebahkan tubuhnya pada sofa panjang nan empuk. "Sudah pulang Vi? kamu terlihat gak sehat kali ini?" pak Anggoro datang dari lantai atas, mendekati putrinya yang pucat. "Tadi aku ke rumah sakit Pa, entah

