Tok... tok.. tok... Pintu kamar lantai dua diketuk pelan. "Lepasin Ken! kamu gak denger ada yang nyariin?" Via menepis dekapan sang suami, begitu lengket seperti enggan memberi kebebasan. Hari masih pagi, hubungan keduanya berangsur membaik. "Lima menit lagi sayang," ujarnya. Tok... tok.... tok.. "Iya sebentar!!" lantang Via menjawab. Ken menjadi kelagapan, ia bangkit, segera memakai atasan miliknya, masih mengucek mata, lanjut membuka pintu. "Ada apa bik?" ternyata bik Surti berdiri mematung di luar kamar. "Itu ada tamu, nyariin Tuan Ken," lirihnya. "Suruh nunggu sebentar! saya mandi dulu," "Siap Tuan," Kenzo kembali ke kamar, ia lalu ke toilet, segera membersihkan diri. Via juga beranjak bangun, jalannya tertatih, berhenti di depan cermin setinggi dua meter. Mel

