-St Ives- Angelica bangun dari tidurnya. Matanya berkantong karena ia tidak tidur lagi setelah menggambar mimpinya semalam. Ia sungguh merasa takut untuk memejamkan mata. Setiap kali ia bermimpi buruk dan terbangun, ia tidak akan tidur lagi. Semuanya terasa begitu nyata tapi ia tidak bisa mengingat apapun di dunia nyata. Ia turun ke bawah dan duduk di atas sofa. Ia menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa lalu memejamkan matanya sejenak. Tak terasa kantuk itu mendera. Udara sejuk di pagi hari berembus melalui celah-celah pintu dan jendela membuatnya makin merasa mengantuk. Hari masih pukul lima pagi dan ia perlahan terbuai untuk kembali tertidur. Di atas sofa. Entah berapa lama ia tidur, Nico keluar dari kamarnya. Bersiap untuk melakukan olahraga paginya, berselancar. Tapi ia terkejut s

