-St Ives- Esther masih menunggu jawaban Nico atas pertanyaannya tentang siapa wanita di dalam foto yang sangat mirip dengan dirinya. Ia menebak bahwa wanita itu adalah Angelica yang begitu berarti bagi seorang Nico. “Apakah itu Angelica-mu?” Jakun Nico bergerak-gerak menelan ludahnya. Pikirannya menimbang haruskah ia mengatakan apa yang jadi pemikirannya bahwa Esther adalah benar Angelica sebelum data otentik identitasnya melalui tes DNA keluar. Nico mengangguk. Esther pun ikut mengangguk. “Ternyata wajahnya sangat mirip denganku ya? Bahkan aku tidak bisa membedakan apakah wanita itu aku atau bukan,” ucap Esther dengan senyuman polosnya. Ia masih belum curiga bahwa dirinya adalah Angelica. Tapi ia merasa dejavu dengan foto itu, seolah ia pernah melihat foto y

