.Halo... Halo... semuanya. Sudah siap buat bagian ini? Jangan lupa follow akun Innovel/Dreame saya: paulinasigit. Plus, kasih love buat cerita ini ya... Ma kasih -St. Ives- Esther menurunkan jari telunjuknya yang ia gunakan untuk melukis di awang-awang. Ia merasa ada seseorang yang sedang mengamatinya sekarang. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat Nico sudah berdiri di sudut jendela yang ia gunakan sebagai pintu masuk dan keluarnya ke atap. Esther tersenyum lalu memanggil Nico dengan tangannya. Nico tersenyum lalu melangkahkan kaki keluar dari jendela. Dengan langkah hati-hati, ia sampai di tempat Esther dan duduk di sampingnya. “Apa yang sedang kau lakukan di sini?” Esther memandang Nico dengan raut wajahnya yang terlihat seperti anak-anak. “Melukis senja.”

