“A-APA? RUMAH… KITA?” tanya Harris memastikan telinganya tidak salah mendengar. Nico langsung memutuskan tanpa berunding dengan Harris. “Ru-rumah kalian?” “Tu-tunggu, Nic! Aku ingin berbicara denganmu sejenak saja. Uhmmm Esther, maaf aku pinjam Nico sejenak,” ucap Harris yang sudah berdiri lalu menarik tangan Nico keluar dari ruangan dan berjalan beberapa langkah agak menjauh agar obrolan mereka tidak terdengar Esther “Nic, kau tidak bisa menampungnya di rumah kita. Kau tahu kan itu rumah dinas dari Badan Kesehatan Dunia untuk kita. Kita tidak bisa menerima sembarang orang untuk tinggal di sana. Apalagi seorang wanita. Atau bahkan lebih parah dia adalah wanita tanpa identitas! Dan kau tahu apa artinya itu? Sama saja kita menyelundupkan imigran gelap! Dan kau mau mem

