Said menghela napas lega saat menerima sebuah surel dari salah satu pembimbing tesisnya. Tesisnya dinilai sangat sempurna dan dia bisa mengikuti wisuda tahun ini. Meski target selesai kuliah sedikit terlambat dari yang dia harapkan, akan tetapi nilai akhir yang dia raih sangat sepadan dengan perjuangannya saat belajar. Tak terasa air mata mengalir di pipinya saat mengingat perjalanan hidupnya yang mengalami pasang surut. Said merasakan ini adalah puncak kebahagiaan dalam hidupnya, memiliki keluarga besar yang sangat baik dan mendukung karirnya, istri yang sangat memahami kebutuhannya, dan dua bayi perempuan yang cantik lagi lucu. Tak berhenti Said mengucap syukur malam itu. Said tersentak. Ada yang menyentuh dua bahunya dari belakang. "Akhirnya ya, Bang. Oh. I am so proud of you," de

