“Gue yakin sekarang perang dunia ketiga udah dimulai. Ini buktinya, hati gue bergemuruh terus.” ---- Masih satu jam waktu kosong yang dimiliki Bella untuk mengajar di kelas selanjutnya. Setelah drama mereka terselesaikan, Alan pamit terlebih dahulu untuk mengajar. Sesekali, Bella tersenyum pada siswa yang berlalu lalang. Kemudian, ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Moodnya sudah lebih baik sekarang. Bahkan, mata sembabnya pun sudah mulai normal kembali. “Ah lama banget sih,” gumam Bella sambil terus melangkahkan kakinya menuju ruangannya. “Hai, cantik, masih marah ya?” Devon menunjukkan sebuah paper bag tepat di depan wajah Bella. “Siapa?” tanya Bella acuh. “Ululu, udah tua gak usah sok polos.” “Ngatain aja terus!” “Iya maaf, ini gak diterima nih?” Bella pena

