After Marriage 10 - Buku Besar

1281 Kata

“Bangun sayang.” Aku menggeliat pelan, merasa terganggu dengan kecupan-kecupan kecil yang diberikan Farhan pada seluruh wajahku. “Mas ….” Aku merengek padanya. “Bangun sayang, ayo.” Aku terpaksa membuka mata yang masih setengah tertutup karena mengantuk. Namun, ketika melihat Farhan mulai memajukan wajahnya ke arahku, sontak mataku langsung terbuka selebar-lebarnya. Otakku langsung mengirimkan sinyal waspada. Tanganku dengan gerakan cepat menutupi bibir, sementara kepalaku bergerak mundur. “Kamu mau ngapain, Mas?” tanyaku dengan tatapan horror. Saat ini aku belum melakukan ritual apa-apa, gila saja kalau dia mau menciumku. “Apa lagi kalau bukan morning kiss,” ucapnya santai. Aku masih menutupi bibirku dengan tangan kemudian menggelengkan kepala, menolak idenya mentah-mentah. “Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN