Membuat Malu

1832 Kata

“Mama ….” Eril dan Nabila berlari menghampiri sang ibu. Mereka sangat bahagia ketika mendapat kabar dari Reni kalau adik bungsu mereka sudah lahir ke dunia. “Sayang … Bagaimana sekolahnya? Aman?” tanya Ayunda. Eril dan Nabila mengangguk secara bersamaan, “Papa Rei memang sangat hebat memilih sekolah untuk kami. Di sini baik Nabila dan kak Eril sangat senang dan bahagia. Tidak ada satu pun yang suka jahatin kami.” “Syukurlah, Nak ….” Ayunda tersenyum. Ia membelai lembut pipi ke dua anak-anaknya. “Wah, dedek bayi sangat tampan. Hhmm … Kalah nih kak Eril, ya’kan, Kak?” Nabila menggoda kakak laki-lakinya itu. “Ya iya lah … Adek’kan masih bayi. Coban anti kalau adek sudah sebesar kak Eril. Pasti adek akan sama gantengnya sama kak Eril. Iya’kan, Pa?” Eril menoleh ke arah ayah sambungnya. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN