Membuat Kesepakatan

1517 Kata

Reindra saat ini sudah duduk di salah satu kursi di salah satu resto ternama di Jakarta. Ia sudah membuat janji dengan seseorang dan Reindra sedang menunggu orang tersebut. Ia memang harus menemuinya, orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada istri dan ke dua anak sambungnya. Tidak jauh dari tempat duduk Reindra, seorang wanita melangkah dengan anggunnya. Terlihat jelas jika wanita itu hendak menuju meja di mana seorang pemuda tampan tengah duduk menanti kedatangan seseorang. “Apa kabar, Mas?” tanya sang seraya mengulurkan tangannya. Kini ia sudah berada tepat di depan Reindra. “Silahkan duduk,” ucap Reindra dingin. Pria itu sama sekali tidak membalas uluran tangan yang diberikan sang wanita. Sang wanita menarik kembali tangannya dengan perasaan kecewa. Senyum yang tadiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN