Lastri masih saja terdiam. Gadis itu lalu memegangi lehernya. Ia terduduk di atas kursi makan. Tangannya memberi kode kepada Ayunda, meminta segelas air untuk ia tenggak. “Minum?” tanya Ayunda. Lastri mengangguk. Dengan cepat, Ayunda mengambilkan segelas air mineral untuk ART-nya itu. Ia memberikan air itu kepada Lastri. Lastri langsung menenggaknya. “Sebentar,” lirih Ayunda. Wanita itu pun kembali beranjak ke dapur, mencari s**u murni di dalam lemari pendingin. “Kamu keracunan? Minu mini segera. Aku akan siapkan mobil, kita akan ke rumah sakit sekarang,” ucap Ayunda. ia tampak sangat panik. Lastri melambaikan tangan, “Nggak usah, Bu. LAstri hanya tersedak saja. Rasa pedas pada camilan ini sangat terasa. Tapi jujur, ini enak banget. Bumbu baladonya terasa alami. Lastri juga minta ma

