•||• "Shhh ayaah, udaaah!" Desahan Reya terdengar lagi ketika Daffa langsung saja memainkan dadanya setelah mendapat pelasapan entah untuk yang ke berapa kalinya malam ini. Tangan Daffa kembali memutar-mutar pucuk p******a Reya, sedangkan bibirnya kembali menghisap nya dengan kuat. Seolah-olah ia akan mati jika tidak menyentuh benda itu barang sedetik pun. Tubuh Daffa naik ke atas, lantas mencium bibir Reya lagi. Reya masih setia mengalungkan tangan di leher Daffa. Kakinya melingkar sempurna di sekitaran pinggang Daffa yang masih setia menggagahinya degan tidak kenal waktu. Daffa mengecup rahang Reya, beralih ke tulang selangka wanita itu. Embusan napas nya yang hangat menerpa sekitaran leher Reya. Rindu tidak bertemu selama hampir 2 minggu itu benar-benar meledak sekarang. "Satu kali l

