Sesuatu yang ditutup rapat-rapat

137 Kata

"Selamat pak, bu, keduanya laki-laki, tampan dan juga sehat!" Reya tersenyum hangat. Di tatapnya bayi-bayi itu dengan penuh kasih sayang. Daffa memeluk Reya, menyalurkan rasa kasih sayang yang teramat dalam untuk istrinya. Bibirnya tidak henti-henti menciumi Reya, sedangkan sebelah tangannya digunakan untuk mengusap rambut dua jagoannya yang masih terlelap sehabis di bersihkan perawat. "Namanya siapa Yah?" Tanya Reya. Daffa menerawang ke arah langit yang lumayan gelap karna sekarang waktu sudah menunjukan pukul 02.35 dini hari. Sambil tersenyum, Daffa mengusap rambut hitam lebat anak laki-laki nya. "Khafa Abhimana Malik." Bibir Daffa mengecup bayi pertama—yang merupakan kakak. Lalu beralih ke bayi kedua—adik. "Khafi Bumi Malik. Reya tersenyum lembut. Dan semakin menyalurkan rasa hanga

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN