Di dalam ruangan osis yang sepi dan hening itu. Genta sudah 10 menit lama nya, di tatap tajam dan penuh intimidasi oleh Ralin. Gadis itu bersidekap di depan nya. "Apa sih Lin? Gue berasa kayak narapidana yang di adili di meja hijau tau gak." Sahut Genta. "Mau ngapain tadi lo sama Ruby?" Ralin bertanya, sambil menatap Genta dengan tajam. Genta menghela nafas berat nya. "Ck, gue pikir apaan. Ternyata itu doang." gumam nya santai, dan terlihat sedikit lega. Ralin langsung saja memukul kuat lengan Genta. "Awwhh...aapan sih Ralin?" Geram Genta, seraya memegang lengan nya yang barusan di pukul Ralin. "Itu doang lo bilang?!" Pekik Ralin murka. "Gue nyariin lo, karna tugas osis yang terbangkalai di acara amal ini, lo malah enak-enakan modusin cewek. Dan parah nya itu saudara gue!" Lanjut Rali

