Ralin menghapus air mata nya saat pintu ruangan Ruby terbuka. Tampak lah di sana Genta yang keluar. Genta melihat Ralin yang duduk di bangku tunggu, posisi gadis itu sedikit membelakangi nya. Dia tau gadis itu pasti menangis, terlihat dari mata Ralin yang bengkak dan merah. Genta duduk di samping Ralin, dan memegang pundak gadis itu. Tapi, sentuhan itu tidak membuat Ralin tenang, melainkan membuat nya kembali terisak. Pertahanan nya seakan kembali roboh. "Lin!" Ralin mengatur nafas, dan kembali menghapus air mata nya. Dia menoleh pada Genta. Genta dapat melihat raut wajah Ralin yang sarat akan kesedihan. Dia tidak pernah selama ini melihat Ralin yang seperti ini sepanjang dia mengenal gadis itu. Bahkan, dulu dia tidak pernah melihat Ralin menangis. "Gue gak ngerti Lin, sama apa yang

