Genta membuka pintu ruangan rawat tersebut dengan perlahan, agar tidak mengganggu seseorang yang tengah terbaring di sana. Mata nya langsung saja terarah pada Ruby yang terbaring lemah di brankar tersebut, dengan mata terpejam, dan beberapa alat rumah sakit. Dahi nya di baluti perban, dan mulut serta hidung nya di tutupi oleh oksigen. Dan di tangan kiri nya terdapat selang infus. Genta sudah mendengar cerita dari Rido masalah Ruby. Dia cukup kaget dengan kegilaan gadis itu, jadi selama ini bukan hanya bully lah kegilaan yang di miliki Ruby. Melainkan balapan, adalah satu cara gadis itu juga untuk menutupi sisi lemah dan misterius nya kehidupan nya. Genta menatap wajah tenang Ruby yang terlelap. Dia sama sekali tidak melihat, wajah datar, dingin, apalagi tatapan kekejaman milik gadis itu.

