Andai kau tahu Sean, kaulah cinta pertama dan terakhirku. Tapi sepertinya Sean tidak perlu lagi mengetahui hal itu, cinta kami sudah aku kubur jauh didalam lubuk hatiku yang paling dalam. “Bukan gitu Sean, " jawab Shiela sambil memberanikan diri menatap mata Sean. “Maafkan sikap kekanakanku, sepertinya aku masih belum bisa melepaskan kenangan kita” kupaksakan tersenyum dan dulu dapat meluluhkan hati Sean, entah sekarang…. “Shiela…Sean….sini dong, kita foto bareng yukkk” terdengar panggilan Amy dari hall A memanggil mereka berdua untuk mengabadikan moment reuni mereka. Shiela dan Sean berdampingan berjalan pelan menyusul Amy dan teman teman lain yang sudah bersiap siap untuk difoto. Dan..upss…tangan Sean perlahan meraih dan menarik lembut tangan Shiela tanpa ijin ketika dirasakan Shiela
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


