KEPALA DESA MARAH

1224 Kata
Ivan pergi ke pasar untuk membeli beberapa kandang, kemudian dia pulang ke desa. Sore harinya, dia mulai pergi ke gunung untuk melakukan kegiatan yang sama yaitu menangkap ayam pegar. Karena kegiatan ini sudah sering dilakukannya, maka kali ini dia menghabiskan waktu yang lebih singkat dibandingkan hari kemarin. Dia hanya menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih untuk menangkap tiga puluh ekor ayam pegar. Hati Ivan sangat senang setelah menangkap ayam pegar, karena besok dia bisa menggunakan ayam ini untuk menghasilkan uang dua puluh juta! Tapi, dia juga tahu, penghasilan seperti ini tidak mungkin akan bertahan lama, populasi ayam pegar di atas gunung ini juga memiliki batas, cepat atau lambat mereka akan habis ditangkap! Jika bukan karena terburu-buru membutuhkan uang, dia juga tidak akan menangkap ayam pegar dengan jumlah yang begitu banyak. Setelah mencukupi biaya hutang Linda, maka dia tidak akan menangkapnya lagi. Setelah kembali ke rumah, Ivan langsung memindahkan ayam pegarnya ke dalam kandang. Malam hari, seseorang mengetuk pintu rumahnya. “Apa itu Annie?” Terpikir kejadian kemarin malam yang belum selesai dilakukan, hati Ivan merasa sedikit menyesal. Sekarang ada yang mengetuk pintu rumahnya, jadi dia langsung bergegas membuka pintu. Ternyata orang yang berdiri di luar sana bukanlah Annie, melainkan kepala desa cantik, Siska! “Eh, kepala desa, ada apa?” tanya Ivan dengan terkejut. Siska menatapnya, “Bukankah kamu yang memintaku ke sini? Tapi kamu seharian tidak ada di rumah, ke mana saja kamu?” “Oh, aku lupa, apakah kepala desa sudah mencariku dari tadi?” ujar Ivan sambil tersenyum. “Iya, tak disangka ternyata kamu orang yang sangat sibuk. Aku menunggumu untuk mengobati penyakitku!” Sambil mengatakannya, Siska langsung melangkah masuk. Ivan menutup pintunya dan terkekeh. Setelah masuk ke dalam rumah, Siska langsung duduk di atas tempat tidur. Tapi di dalam lubuk hatinya terbesit perasaan yang sangat gugup. Terakhir kali ketika dia melakukan pengobatan, dia sepertinya telah dilihat total oleh Ivan. Dan hari ini, apakah juga akan seperti itu? Ketika sedang berpikir, Ivan telah datang membawa sekotak jarum perak, “Kenapa bajunya tidak dilepas?” “A… apa masih perlu membuka baju?” Meskipun dia sudah mempunyai firasat ini, tapi ketika mendengar perkataan Ivan, Siska tetap merasa sedikit terkejut. “Tentu saja, hawa dingin yang ada di dalam tubuhmu masih belum sepenuhnya hilang!” Jawab Ivan dengan serius. Siska menggertakkan giginya, namun dia hanya bisa menurutinya demi melakukan pengobatan, jadi dia menganggukkan kepala, “Kalau begitu, kamu berbalik badan dulu!” Ivan tertawa dalam hati, sungguh konyol, kemarin sudah dilihat semua, lalu mengapa hari ini tetap malu? Tapi Ivan tidak mengatakan apa-apa, bisa dipahami jika seorang wanita mempunyai sifat pemalu, jadi dia segera membalikkan badannya. Lalu, terdengar suara gemerisik dari belakang, Ivan merasa dalam hatinya seperti digaruk oleh kucing, sehingga sangat geli. “Sudah.” Terdengar suara Siska dari belakang, setelah itu, dia bergegas berbalik badan. Dia melihat kepala desa yang cantik ini sedang berbaring di atas tempat tidur, hari ini dia mengenakan pakaian dalam berwarna hitam, kulitnya yang putih ini terlihat semakin putih dan bersih dan membuatnya terlihat sangat menawan. Sepasang p****t yang berdiri dengan kokoh itu, membuat orang ingin meremasnya ketika melihatnya. Mendengar tidak ada suara dari belakang, Siska menoleh dan melihat Ivan sedang memandangi tubuhnya, dia pun berkata dengan marah, “Sudah cukup melihatnya?” “Tidak usah buru-buru, aku tidak sedang mengintip, melainkan sedang mencari titik akupuntur!” ucap Ivan sambil tersenyum. Mengetahui Ivan sedang berbohong, tapi Siska tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mendesaknya, “Cepat selesaikan, aku masih ada urusan malam ini!” Tanpa basa-basi lagi, Ivan segera mengambil jarumnya, lalu jari tangannya membelai lembut di atas permukaan kulitnya, seperti tidak mau rugi. Karena kekenyalan kulitnya sangat bagus, maka tekstur kulitnya sangat lembut, setiap pria pasti akan tergoda dengan rasa seperti ini! Siska merasa geli, namun dia hanya bisa memejamkan matanya, tapi wajah merahnya itu tidak bisa dia sembunyikan. Tak hanya itu, bahkan kulit di tubuhnya juga mulai memerah, melihat reaksi ini, Ivan merasa lucu, dia tidak menyangka ternyata wanita ini begitu sensitif. Di dalam ruangan ini begitu hening, tidak ada suara sedikit pun, namun setelah beberapa saat kemudian, Ivan berkata, “Sudah, setengah jam lagi baru jarumnya dicabut.” “Kalau begitu kamu keluar saja, jangan melihatku di sini!” ucap Siska. “Hei, Kepala Desa, aku mengobatimu juga menghabiskan banyak tenaga, tapi kamu masih saja mencurigaiku!” ucap Ivan dengan tidak senang. Siska menoleh dan memandangnya, lalu dia melihat bulir-bulir keringat membasahi dahinya, bahkan raut wajahnya tampak sangat lelah. Dia ragu sejenak, akhirnya berkata dengan suara kecil, “Kalau begitu, kamu istirahat saja.” Setelah Ivan berjalan pergi, Siska mulai mengoreksi dirinya sendiri, reaksinya kepada Ivan memang sedikit kelewatan. Jika sakit pasti berobat ke rumah sakit, apalagi menemui dokter kandungan, jika dokternya adalah seorang pria, bukankah dia juga harus membiarkan sang dokter untuk melihat bagian pribadinya? Terlebih lagi, dia juga mengenakan pakaian dalam selama pengobatan ini, jadi dia tidak telanjang, hanya saja tatapan pria itu sedikit genit. Namun, dia bisa mengerti karena Ivan masih muda. Setelah memikirkannya, Siska semakin merasa dirinya terlalu kelewatan, lalu dia pun berniat meminta maaf kepada Ivan setelah dia melepaskan jarum ini. Setelah satu jam berlalu, Ivan kembali ke kamar dan membantunya melepaskan semua jarum yang menancap di tubuhnya. Siska merasa sangat lega, dia bahkan merasakan seluruh tubuhnya menjadi rileks, keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya, jadi dia mulai berbalik badan dan duduk. Tapi, karena gerakannya yang spontan ditambah lagi dia yang telah berbaring sangat lama, jadi seluruh tubuhnya kesemutan dan dia langsung jatuh ke lantai! Melihat hal ini, Ivan langsung menggandengnya, tapi dalam kepanikan ini, tangannya malah memegang ke bagian yang tidak seharusnya dia sentuh! Rasa sentuhan yang berasal dari ujung jarinya segera membuat Ivan terdiam! “Kamu?! Lepaskan!” Siska merasa sangat tercengang seketika, itu ada pertama kali baginya disentuh oleh seorang pria dan membuat pikirannya kosong seketika! Hal yang membuatnya bereaksi adalah sentuhan dari jari-jemari Ivan! Karena itu dia berteriak dengan marah, lalu segera memberontak. Ivan juga segera menarik tangannya, dia memapah pinggangnya dan membawa Siska kembali duduk di atas tempat tidur. Saat ini, wajah Siska terlihat sangat merah bagai kepiting rebus, baru saja dia masih berpikir ingin meminta maaf kepada Ivan, tapi saat ini niat itu langsung hilang dan berganti dengan kemarahan. Dia menatap Ivan dengan marah, “Kamu, kamu pria m***m, beraninya mengambil kesempatan dari kesempitan!” Ivan berkata dengan ekspresi polos, “Aku tidak sengaja, aku hanya takut kamu akan jatuh!” “Bohong! Tidak apa-apa jika tidak sengaja, tapi kamu, kamu meremasnya dua kali!” ujar Siska dengan marah! Ivan tidak bisa menjelaskan hal ini, perbuatannya memang sedikit keterlaluan. Tapi, semuanya sudah terjadi, bisa apa jika Siska marah seperti ini? Jadi, Ivan hanya terkekeh, “Itu hanya spontan saja, sungguh tidak sengaja!” “Diam!” Siska malu dan kesal, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengenakan kembali pakaiannya dan berdiri. Ivan masih mengingat kembali rasa yang baru saja disentuh, dalam hatinya dia melakukan perbandingan dengan Linda dan menyadari kalau ada sedikit perbedaan! Siska tidak tahu apa yang dipikirkannya, jika dia mengetahuinya, mungkin keinginan untuk merobek Ivan juga akan terbesit! Setelah memakai pakaiannya, dia berjalan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dan Ivan bergegas mengejarnya dan berkata, “Kepala desa Siska, jangan lupa datang kembali dua hari lagi!” “b******k! Hanya orang bodoh yang mau datang lagi!” ucap Siska dengan marah dan pergi tanpa menoleh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN