CARA BARU MENGHASILKAN UANG

1273 Kata
Seketika Kelvin tercengang, “Keluar dari rumah sakit?” Yuni turun dari tempat tidur dan merapikan pakaiannya, lalu berkata sambil melihatnya, “Aku sudah sembuh, tentu saja aku harus pergi dari sini, masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di restoran!” “Ba… bagaimana mungkin?!” Melihat raut wajahnya yang sehat serta bersemangat saat ini, dia terlihat sama seperti sebelum jatuh sakit, Kelvin benar-benar bingung! “Tidak ada yang tidak mungkin, semua ini berkat bantuan Tuan Ivan, kalau tidak, aku juga tidak mungkin sembuh begitu cepat, sekarang pergilah, aku ingin mengganti pakaian.” ujar Yuni datar. Kelvin benar-benar tercengang, namun tetap berbalik badan dan berjalan keluar. Setelahnya, dia melirik Ivan, lalu ada kilatan kecurigaan yang melintas di matanya. Ivan tidak mempedulikannya, dia melangkahkan kakinya keluar, lalu menunggu di samping dengan tenang. “Bagaimana kamu melakukannya?” tanya Kelvin yang berdiri di sampingnya penasaran. “Maaf, itu rahasia!” Ivan berkata dengan dingin tanpa meliriknya, Melihat sikapnya yang seperti ini, Kelvin merasa dirinya sedikit dihina, dia pun berkata, “Anak muda, kuperingatkan kamu, jangan melakukan pengobatan jika tidak ada lisensi medis, karena kamu harus bertanggung jawab secara hukum. Lupakan saja kejadian hari ini, tapi jika aku mengetahui kamu mengobati orang lain lagi, maka kamu akan berurusan denganku!” “Kenapa? Kamu takut Yuni memarahimu, jadi hari ini tidak menyelidiki lagi?” tanya Ivan sambil tersenyum. Dia merasa pria ini cukup keras kepala, jelas-jelas Ivan sedang mengejar Yuni, tapi Kelvin malah membuat dirinya seperti pengikut, apakah dengan sikap merendah ini bisa menggantikan perasaan Yuni? Wanita dewasa seperti itu, hanya bisa ditaklukkan oleh seorang pria yang lebih berbakat darinya. Tapi, Kelvin tidak mengerti logika ini, jadi dia pantas mendapatkan kerugian ini! Perasaannya yang telah terbaca membuat Kelvin seketika marah dan malu, dia bahkan menunjuk Ivan dan berkata dengan nada kecil, “Kamu sebaiknya jangan sok pintar, jika tidak, kamu akan menyesal.” Ivan hanya menatapnya, dia enggan berbincang dengan manusia seperti ini. Saat ini, Yuni baru saja keluar dari bangsal, dia mengenakan setelan formal yang pernah dia lihat sebelumnya. Jika dilihat dari penampilannya, sepertinya dia berencana pergi ke restoran. “Meskipun aku tidak ingin kamu terlalu cepat untuk kembali bekerja, tapi kondisi tubuh CEO Yuni sudah lebih baik, kedepannya kamu harus lebih memperhatikan soal makan dan istirahat. Kalau begitu, aku pamit dulu.” ucap Ivan. Yuni menganggukkan kepala, tatapan matanya dengan penuh rasa terima kasih, “Tuan Ivan, bisakah besok kita bertemu lagi?” “Tentu saja bisa, aku masih harus mengantarkan pesananmu!” Ivan berkata sambil menganggukkan kepala. “Baguslah kalau begitu, besok kita berbincang lagi, sampai jumpa.” Yuni berkata sambil tersenyum. Ivan meninggalkan rumah sakit, sama seperti kemarin, dia mengendarai kendaraan roda tiganya ke pasar, lalu membeli beberapa kandang, kemudian kembali ke desa. Baru saja sampai di pintu masuk desa, dia langsung melihat Annie berjalan di pinggir jalan dengan berlenggak-lenggok. Dia menghentikan kendaraannya, lalu bertanya sambil tersenyum, “Bibi Annie, kamu mau ke mana?” Annie menoleh, lalu segera memberengnya, “Hmmph, ternyata kamu, aku tidak ke mana-mana, hanya pulang ke rumah ibuku.” Ivan tahu rumah ibunya berada di Desa Baru yang tak jauh dari sini, jadi dirinya menganggukkan kepala, lalu pandangannya jatuh pada p****t dan kakinya Annie, kemudian berkata, “Bibi Annie, lukamu sembuh dengan cepat!” “Kenapa? Maukah kamu membantuku memeriksanya lagi?” ucap Annie sambil meliriknya. “Boleh, bagaimana kalau malam ini?” tanya Ivan sambil menelan ludahnya dan matanya berbinar-binar. Pada akhirnya, Annie tertawa keras, lalu menunjukkan ekspresi berhasil, “Mimpi! Kamu sudah melewatkan kesempatan waktu itu, maka kali ini aku tidak mungkin memberimu keuntungan dengan gratis.” Melihat reaksinya, Ivan tahu bahwa dia sengaja menggoda dirinya, lalu dia pun terkekeh dan berkata, “Bagaimana mengatakan ini ya? Sepertinya aku yang mendapatkan keuntungan, tapi dalam hatimu sudah menginginkannya, kan?” Wajah Annie memerah karena perkataannya, lalu meludah dan berkata, “Hei! Kamu yang menginginkan, cepat pergi dari sini, beberapa hari ini tubuhku sedang tidak bisa!” “Oh, ternyata begitu!” Ivan akhirnya mengerti dan menganggukkan kepala, “Kalau begitu, aku pergi dulu. Tunggu masa menstruasi Bibi Annie berakhir, baru biarkan aku memeriksamu lagi!” Selesai berbicara, dia segera menginjak pedal gas untuk pergi, tapi Annie tiba-tiba berteriak, “Berhenti!” “Kenapa?” “Mengapa kamu tidak mengerti, tidakkah kamu mau memberiku tumpangan?” Annie memberengnya, lalu memegang bahu Ivan dan duduk di atas kendaraan roda tiga. Ivan tersenyum, dan berkata, “Bibi Annie, di belakang tempat duduknya tidak rata, bagaimana kalau kamu duduk di sampingku, di sini masih ada tempat.” “Tidak! Sebentar lagi sudah masuk ke desa, jika dilihat orang lain aku begitu dekat denganmu, bukankah akan menimbulkan gosip? Cepatlah jalan!” ujar Annie sambil mencolek pinggangnya. Ivan yang dicolek ini merasa seluruh tubuhnya lemas seketika! Setelah kembali ke desa dan melihat Annie pulang ke rumahnya, dirinya bergegas ke pegunungan. Perencanaan Ivan sangat baik, hari ini dia ingin menangkap sekitar tiga puluh satu atau tiga puluh dua ekor ayam pegar, maka uang enam puluh juta sudah terkumpul. Namun, kenyataan sungguh kejam, dua jam telah berlalu, dia baru berhasil menangkap dua puluh ekor lebih, setelah itu, dia tidak lagi melihat bayangan-bayangan ayam pegar! Setelah dipikir-pikir, para ayam pegar itu tidak bodoh, beberapa hari ini teman mereka terus hilang tanpa jejak, meskipun tidak mengerti apa yang telah terjadi, mereka juga pasti tidak berani datang ke sini untuk mencari makan. Ivan merasa sedikit tertekan, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia segera menaruh ayam pegar hasil tangkapannya ke kendaraan. Satu jam lagi langit akan gelap, jadi dia memutuskan untuk kembali ke gunung dan mencarinya lagi. Jumlah yang dibutuhkan masih belum cukup, jadi dia masih belum menyerah, dia berharap bisa lebih beruntung, dengan begitu dia bisa menangkap beberapa ekor ayam pegar lagi. Namun, sayangnya, setelah berjalan jauh ke dalam gunung, dia sama sekali tidak melihat bayangan ayam pegar lagi, jadi Ivan berkata dengan sedikit kecewa, “Tidak mungkin! Baru menangkap berapa ekor saja, gunung juga begitu luas, mungkinkah semuanya telah habis ditangkap olehku?” Ketika dia sedang bingung, tiba-tiba dia mendengar suara berderit dari tebing yang jauh, lalu sebuah bayangan melintas dan dia langsung melihatnya dalam sekejap mata. Dia menundukkan kepala, ada sebuah sarang di rerumputan pinggiran tebing, di dalamnya terdapat belasan ekor ayam pegar, tampaknya ayam-ayam itu baru keluar dari cangkang dan sedang makan. “Eh?” Melihat anak-anak ayam pegar, dia tiba-tiba memiliki ide di benaknya! Bukan solusi jangka panjang untuk terus menerus menangkap ayam di gunung, tapi jika dikembangbiakkan di rumah, kemudian kelak ayam akan bertelur dan telur akan menetaskan ayam, dengan begitu dia bisa memasok ayam pegar untuk restoran Yuni setiap saat? Setelah terpikir cara ini, dia bergegas maju, lalu dengan hati-hati menangkap puluhan ekor anak ayam pegar tersebut dan memasukkannya ke dalam saku bajunya. Sambil menjejalkannya, dia bergumam, “Maaf ya, mungkin ayah ibu kalian sudah aku kirimkan ke restoran yang ada di kabupaten, demi memberikan kompensasiku, aku akan memelihara kalian hingga besar!” Para ayam pegar kecil itu tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya, mereka hanya berkicau tanpa henti, membuka mulut mereka dengan lebar untuk menanti makanan. Ivan ingin memberi mereka makan, tapi anak ayam pegar ini sungguh sangat kecil jadi belum bisa memakan biji jagung, oleh karena itu dia hanya bisa mencari cacing untuk memberi mereka makan. Setelah turun dari tebing, dia mulai mencari-cari di semak-semak, baru saja dia menangkap beberapa ekor cacing hijau, tiba-tiba rerumputan yang ada di depan matanya bergerak, lalu ada sesuatu yang melompat keluar! Ketika Ivan melihatnya, dia segera mengejarnya, hingga akhirnya dia melihat ada seekor kelinci liar! “Mengapa aku bisa melupakan ini, ayam pegar saja tidak cukup, kelinci liar juga boleh!” Ivan tersenyum dan segera mengejar ke arah kelinci liar itu!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN