MEMPERLANCAR PEREDARAN DARAH

551 Kata
Saat ini, orang di desa sedang istirahat siang, jadi tidak ada yang tahu kalau dia datang ke tempat Ivan. Ketika sampai klinik, Ivan sedang duduk santai di kursi dan bermain ponsel. Melihat Linda kemari, Ivan bergegas berdiri, “Linda, kamu sudah datang ya?” Harii ini Linda mengenakan kemeja berpola bunga putih sehingga terlihat lebih montok dari semalam, mungkin inilah efek pijatan Ivan. Wajah Linda memerah karena malu, “Kak Ivan, aku ke sini untuk berobat." Ivan tersenyum, “Bagaimana hasil laktasi semalam? Cukup bagus, kan? Apa sudah kembali mengeluarkan ASI di malam hari?" “Su... sudah bisa mengeluarkan ASI, hanya saja jumlah ASl-nya tidak cukup, tidak cukup untuk anakku," ucap Linda dengan wajah memerah. Benar-benar malu sekali ketika harus melaporkan kondisi kelancaran ASl-nya kepada seorang pria, terlebih orang itu adalah teman kecil suaminya! Menganggukkan kepala dengan puas, Ivan mengeluarkan pil yang disiapkannya untuk Linda dari dalam laci. “Ini adalah pil yang aku buat secara khusus untukmu, setelah meminumnya, efeknya kamu akan memproduksi ASI dengan lebih baik! Minumlah sekarang!" Kata Ivan sambil memberikannya pada Linda. Linda mengambil pil kuning itu, lalu mengambil air yang diberi Ivan dan menelannya. Setelah dia meminum obat, Ivan tentu saja pergi mengunci pintu klinik, sehingga cahaya di dalam ruangan menjadi redup. “Linda, ayo kita masuk ke dalam, kata Ivan dengan senyum. Linda merasa jantungnya terus berdebar, namun dia hanya bisa menganggukkan kepala dan mengikuti Ivan masuk ke dalam ruangan. Setengah jam kemudian. “Linda, pijatan laktasi kali ini telah selesai, kamu pakai baju dulu. Dua hari setelahnya, kamu bisa datang melakukan satu atau dua kali pijatan lagi dan semuanya akan membaik.” Ivan berbalik badan. Linda menjawab “Iya” dengan wajah merah, dia juga bergegas mengenakan baju dan berdiri. Setelah pintu klinik dibuka, dia tidak berani berhenti meskipun setengah detik saja, hanya mengucapkan terima kasih pada Ivan, lalu melarikan diri dari klinik. Melihat sosok anggun Linda yang telah pergi, Ivan tidak tahan untuk berkata, “Benar-benar wanita cantik, sayangnya Andy telah meninggal, nantinya wanita cantik ini hanya bisa menjadi janda.” Akhirnya malam hari tiba, tidak lama Annie bergegas datang ke klinik. Mata Ivan langsung terang ketika melihat Annie datang ke sini. Tidak disangka dia sengaja mengganti pakaiannya, mengenakan kaus longgar berwarna krem dengan garis leher yang rendah dan celana hitam ketat! “Bibi Annie, malam ini kamu benar-benar cantik!” Saat Ivan berbicara, dia tidak tahan untuk menggerakkan jakunnya. Annie memberengnya setelah mendengar ucapannya: "Apa hubungannya denganmu jika aku cantik atau tidak? Bukankah kamu menyuruhku datang untuk berobat? Cepat mengobati aku!" Ivan tertawa, “Tentu saja perlu mengobati penyakit. Namun, kamu harus berbaring di tempat tidur karena aku perlu mengoleskan obat ke lukamu!” Wajah Annie langsung memerah ketika mendengar Ivan akan mengoleskan obat ke lukanya, namun dia tidak menunjukkan ekspresi yang terlalu malu, malah membereng Ivan dengan menawan. “Bocah, jangan melakukan hal buruk ketika mengoleskan obat!" “Bocah? Bibi Annie, kamu jangan meremehkanku!" Kata Ivan dengan senyum jahat. Rasa menawan dalam mata Annie semakin kuat. Sejak suaminya meninggal, dia tidak pernah menyentuh pria selama bertahun-tahun. "Kunci pintu dulu, bocah nakal!" Selesai Annie berbicara, dia masuk ke dalam ruangan dengan berlenggak lenggok. Ivan mengunci pintu klinik, lalu bergegas masuk ke dalam ruangan. Saat ini Annie telah berbaring di tempat tidur, mata menawannya seperti bisa mengeluarkan air. "Ivan, cepat oleskan obat untukku!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN