Tears

1099 Kata

Sejak kemarin pria itu tidak bersemangat melakukan apa-apa. Hanya berbaring menatap kosong langit kamar sempit itu. Dia tidak mandi, makan ataupun mengganti bajunya. Dia bahkan tidak pulang ke rumah. Gairah hidupnya seperti lenyap tak bersisa. Dia mengabaikan pekerjaan, membatalkan semua janji pertemuan dan meeting, bahkan mengunci ruang kantornya. Dia menelpon Mr. Boris. "Aku ingin semua aset Bang Sean dikembalikan pada Seline." "Tidak bisa Arya." Sahut pengacara keluarga Zumora di seberang. "Kenapa?" "Sudah berkali-kali aku katakan cara kerja wasiat Pak Sean tidak seperti itu." "Apa yang terjadi seandainya aku dan Seline bercerai?" "Seline tidak akan mendapatkan apa -apa. Mungkin dia akan terlempar ke jalanan tanpa uang sepeserpun." "Tidak ada jalan lain?" "Ada." "Katakan." "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN