Hubungan Seline dan Arya semakin dingin, di atas tempat tidur mereka saling tidak menyentuh. Arya hampir tidak pernah memeluknya lagi, dia memang masih perhatian, mengurusi segala keperluan Seline selama masa pemulihan. Hampir setiap malam Seline akan merintih menangisi bayinya, bukan fisik Seline Saja yang perlu pemulihan tetapi juga jiwanya. Arya hanya diam tidak menghibur ataupun menenangkannya. Bagi Seline lebih baik Arya marah dan mengamuk, menyalahkannya, ya menyalahkan kelalaiannya. Daripada dia hanya diam. Sedangkan Seline tidak percaya lagi padanya karena perselingkuhan Arya, dia hanya begitu menyesalkan kenapa bayinya harus pergi? Mengapa dia harus begitu bodoh? Seandainya dia tidak terlalu stres pastilah bayinya akan bertahan. Seandainya dia tidak begitu terluka pad

