Dia mengumpat karena terlalu kesal dan tak lagi bisa menahan dirinya. "Tuan, apa ada masalah, Kenapa wajah anda pucat sekali?!" Wanita cantik dengan tubuh bahenol pilihan Zeo memang yang terbaik, "Ah tidak, aku hanya-" "Hanya apa Tuan?!" Sekretaris tersebut menunduk hingga s**u padatnya meyembul keluar. "Uhuk, Uhuk." Zeo terbatuk karena kemungkinan dia gila sangat ini. "Maaf, tolong naikkan pakaianmu. Bisa bahaya jika kau menggunakan pakaian seperti ini. Enak kalau mereka peringatin kamu seperti aku, eh kalau mereka tetap saja menikmati bagaimana,.?!" Uh, katanya si bos doyan. Tapi kenapa begini, dia menolakku mentah-mentah, Sang sekretaris bernama Marsya mengumpat dalam hatinya. "Saya permisi ya Bos!" "Oke!" Dia menjawab dengan sepele seakan tak bernafsu sama sekali padahal jiw

