Dia Kembali

2034 Kata

Syahir merebahkan tubuhnya pada kasur setelah melipat tongkatnya dan menaruhnya di atas meja samping tempat tidur. Pemuda itu tidur telentang dengan kedua tangan di atas perut. Kelopak matanya mengerjap sendu dengan sekelebat pikiran mulai menganggunya. Ia pun merubah posisi, tidur menyamping dengan menjadi lengan sebagai bantalan. Masih dengan perasaan sesaknya pemuda itu benar-benar tidak bisa menutup mata sekarang. Ngantuknya sudah hilang entah kemana. Tanda ia akan terjaga semalaman nantinya. Syahir masih terdiam lama. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam pikirannya kini. Kalau saja tadi ia tidak ikut campur akan masalah Dirga dan Yunna. Apakah Dirga masih bisa hidup sampai saat ini? Kalau saja ia tidak memberanikan diri maju dan menangkis pukulan Dirga, apakah pemuda itu tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN