Melihat Ranti yang masih menangis di depanku, aku merasa menang secara kedudukan. Anak orang kaya ini, bertekuk lutut di hadapanku. Bukan, aku bukan orang jahat yang senang melihat orang lain susah atau menderita, hanya saja, dengan apa yang kemarin dilakukan Tari, adiknya, rasanya balasan yang seperti ini tidak setimpal dengan keadaanku yang pada akhirnya harus bertekuk lutut di bawah kekuasaan Mas Pri. Coba saja malam itu aku tidak ke tempat Tari dan curhat, andai saja malam itu aku tidak ikut saran dan masukan dari Tari untuk ikut dengannya ke tempat maksiat tersebut, aku tidak akan keluar malam, bertemu dengan Ujang, lalu menginap di hotel sendirian, ketakutan, dan membuatku iseng membuka dating aplikasi online. Memang, kalo semua disesali tidak akan ada habisnya, tapi minimal aku bisa

