Miranda menatap Jason dengan tatapan menghunus. Mulutnya memang diam, tapi hatinya ingin berteriak. “Kenapa coba, harus datang kemarin malam!” Jason menahan tawanya sembari mengambil ponselnya dari tangan Miranda. “Masih banyak waktu. Aku berangkat. Jangan lupa, anak-anak antar ke sekolah. Kalau mau antar makanan ke kantor, telepon aku dulu. Khawatirnya sudah beli makan siang, kan mubazir.” Miranda mengangguk. Kemudian menyalim tangan suaminya itu dan mencium pipinya. Jason hanya diam, biarkan saja. Apa yang ingin Miranda lakukan padanya. Selagi bukan berhubungan intim, ia tak peduli. “Fyuuhh!” Jason menghela napas lega saat masuk ke dalam mobilnya. “Kayla pengertian sekali. Dia tahu jika aku sedang berada di kandang macan. Benar-benar tidak bisa ke mana-mana. Hanya menemani anak-ana

