Dengan malas, perempuan itu mengambil satu lembar tiket pesawat tersebut. Ia kemudian menatap Jason sembari mengusap air mata yang masih tersisa di pipinya. “Sama kamu, atau hanya aku saja?” tanyanya kemudian. “Sama aku dong, Honey. Mana mungkin aku membiarkan kamu liburan sendirian di sini.” Pertanyaan Kayla membuat Jason terkekeh pelan. Terlalu lucu, seolah Kayla akan pergi sendiri ke sana. “Aku bisa kerjakan pekerjaan kantor di sana. Ada kamu juga, yang handle. Setelah seleesai kerja, kita bisa menikmati liburan itu sampai kamu puas,” ucapnya sembari mengusapi rambut panjang wanitanya itu. Kayla tersenyum tipis. Mata bulat itu menatap Jason yang terlihat begitu menawan. Apakah ia sudah menumbuhkan benih cinta? Kayla membuang muka. Ia tidak ingin terjebak dalam cinta segitiga. Biar

