Gibah

1515 Kata

Freya tersenyum mendengar suara Aziel yang memanggilnya. Tangan kecil Aziel menghapus lembut air mata Freya. Freya akhirnya bisa bernapas lega melihat Aziel terbangun dari tidurnya. Wjah pucat Aziel tersenyum kepada Freya. "Mama jangan nangis.." Ucap Aziel kepada Freya. Freya menganggukkan kepalanya. Ia sangat bangga memiliki anak yang secerdas Aziel dan sekuat Aziel. "Iya sayang. Mama enggak nangis." Balas Freya. Ia mengenggam tangan Aziel lembut. "Ma.. Leta di mana?" Tanya Aziel kepada Freya. Freya terdiam mendengar pertanyaan Aziel. Bagaimana bisa ia masih saja mengingat Leta dalam keadaan yang seperti ini. "Leta udah pulang ke rumahnya. Dia udah sehat kok sayang.. Jadi kamu enggak perlu khawatir. Sekarang kamu harus sehat juga ya. Biar mama enggak khawatir lagi." tutur Freya kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN