Inggar berdiri mendekati sang ayah. "Yang dikatakan Kenz itu benar Yah. Tidak ada satu orang pria pun yang menikahi Inggar. Dari pada Ayah menolak lamaran Kenz, lebih baik Ayah memberi restu. Semakin hari perut Inggar akan semakin besar. Dan semua orang pasti akan mengetahuinya," ujar Inggar memohon. Ayah Inggar menarik tangan istrinya tanpa bicara satu patah katapun. Ia memilih mengajak istrinya ke kamar guna merundingkan keputusan besar yang akan mereka ambil. "Kenapa membawa Ibu ke sini, Yah?" tanya ibu Inggar, menatap heran suaminya yang kini tengah menutup pintu kamar. "Jangan banyak bertanya Bu! Kepala Ayah sudah mau pecah ini. Inggar benar-benar keterlaluan. Dia sudah mencoreng nama kita. Sudah jelas-jelas Fredi jauh lebih baik dari pria itu, tapi dengan bodohnya Inggar mau menye

