Bab 83. Kupeluk Raya, Pengganti Embunku POV Darry “Iya, Ini Mama. Aku sedang duduk bersama Mama,” jawabku. Sepertinya Embun melunak saat mendengar suara Mama. “Maaf, kamu enggak speaker suaraku saat marah-marah tadi, kan? Enggak enak di dengar Tante,” lirihnya dengan suara serak. Ada sengau terdengar. Apakah Embun tiba-tiba pilek? Atau dia malah menangis? Kenapa? “Ok, Satpam ini, kamu suruh bekerja di rumahku? Nanti aja kamu jelasin. Aku tutup, ya! Daah!” “Embun! Embuuun, tunggu dulu! Hallo!” “Kenapa dia matikan hapenya, Darry?” tanya Mama keheranan. “Entahlah, Ma. Setelah dia tahu ada Mama di sampingku, dia berubah lembut, lalu terdengar seperti orang menahan tangis, lalu dia malah menutup telponnya.” “Berikan alamatnya! Mama kangen sama dia, Nak!” “Mama mau bertemu Embun?” “Ya

