“Sebentar lagi, Dilan lewat sini. kamu harus nyerang dia dan berusaha untuk negbunuh dia. Lakukan dengan sepenuh hati.” Seru Alfa tajam. Si pengemis membelalak. “Sa-Saya memang pengemis, tapi saya bukan seorang pembunuh. Saya tidak mungkin membunuh orang.” Sebuah pukulan melayang, membuat pengemis itu jatuh tersungkur. Dengan penampilannya yang acak-acakan juga wajahnya yang kotor, luka yang ditinggalkan akibat pukulan Alfa sama sekali tidak tampak. Seolah hanya samar kotor dari sisa kotoran yang ada. “Lakukan! Aku tidak bilang kamu harus membuatnya sampai mati. Kalau aku mau, aku bisa membunuh orang dengan tanganku sendiri tanpa harus memaksamu. Lakukan saja apa yang kusuruh, serang dia seolah kau benar-benar ingin membunuhnya, atau paling tidak kau berusaha melukainya.” Kemudian Alfa

