“Hah? kamu nggak melebih-lebihkan kisah masa lalumu ‘kan?” Seru Johan. Andrea menelengkan kepalanya. “Melebih-lebihkan bagaimana?” Johan mengusap wajahnya. Ia benar-benar tidak sampai untuk berpikir bahwa masa sekolah Andrea lebih seperti kisah di film horor yang selalu ia tonton di kala senggang. “Maksudku, serius deh? Mereka mati setelah kamu nemu kertas di tasmu?” Andrea mengangguk. “Kok bisa?” “Kalau aku tahu kejadian reuni itu nggak akan terjadi, Jo. Jangan nanya hal-hal yang bahkan aku sendiri nggak ngerti.” “Uh, sorry. Setidaknya sampai sekarang aku hidup, aku belum pernah nerima kisah seperti yang kamu katakan kecuali dari film-film horor. Rasanya terkesan fiksi sekali.” Andrea diam, ia menyandarkan punggungnya. Mereka saling menatap dalam beberapa menit hanya untuk larut da

