MDU 121

1436 Kata

. . . beserta Jm masuk ke dalam ruang rawat Maura. Tubuh Jonatan membeku menatap sosok gadis yang sangat ia cintai tengah berbaring tak berdaya dengan selang infus menempel di pergelangan tangannya dan juga bekas luka lebam di wajah gadis itu, semakin membuat hati Jonatan terasa tercubit. “Jo, waktu kita tidak banyak.” Bisik Jm, hendak Jonatan melangkah maju, tetapi Jonatan menghentikan langkahnya dengan menarik pergelangan pemuda tersebut. Jm mengernyit bingung dengan apa yang dilakukan Jonatan. “Bisa kita batalkan rencana ini? Aku tidak bisa, Kak,” lirih Jonatan, meremat erat pergelangan tangan Jm. Jm ingin sekali mengumpat rasanya, ia benci jika melihat Jonatan yang selalu saja berubah pikiran. Dengan cepat ia menarik lengan Jonatan untuk pergi meninggalkan ruang rawat Maura. Janga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN