Jonatan paling tidak suka jika ada seseorang yang mengganggu selera makannya dengan gerakan random seperti Maura. Tanpa ada rasa manusiawi sedikit pun, Jonatan menginjak kaki Maura. Reflek gadis itu memekik sembari menutup mulutnya. Dengan cepat Jonatan menyingkirkan kakinya. “Ada apa Maura?” heran Daren, begitu pula dengan anggota keluarga yang lain, yang kini ikut memberhentikan acara makan malamnya. Berbeda dengan Jonatan yang justru terkesan acuh, tetap melanjutkan makan malamnya. “Dia menginjak kaki ku.” Adu Maura, sembari mendorong kecil bahu Jonatan. Yang mana tanpa sengaja lengan Jonatan menyenggol segelas air putih yang ada di sampingnya, tumpah mengenai celana pemuda tersebut. Jonatan mengerang kesal, melirik tajam ke arah Maura yang kini syok membulatkan kedua matanya dengan

