“Mr. Manius sangat tampan. Lihatlah!” “Tapi siapa yang bersamanya? Kenapa Mr. Manius membawa orang asing?” “Sudah jangan bergosip. Mungkin itu hanya adiknya saja. seperti adik yang merajuk ingin berangkat ikut ke kantor bersama Kakaknya.” “Ah! Benar! Terlihat sekali kalau perempuan itu jauh lebih muda daripada Mr. Manius.” . . . Paula mengepalkan kedua tangannya dengan erat setelah mendengar ucapan itu. Harusnya ia merasa senang mendengar bahwa ia terlihat muda, sebab biasanya memang ia mengharapkan pujian seperti itu dari orang-orang. Namun dalam kondisi ini entah mengapa ia menjadi sangat kesal. Apalagi di katakan adik? Please! Ia bukan adik Algio. Wajah mereka saja tidak mirip sama sekali. Bagaimana mungkin mereka menduganya adik lelaki ini? Paula mendesis. “So

